Fakta menarik Aulia Sarah memerankan Badarawuhi di dalam film Badarawuhi di Desa Penari
Poster Film | Credit: www.jawapos.com
Salah satu film horor Indonesia yang berjudul Badarawuhi di Desa Penari yang disutradarai oleh Kimo Stamboel adalah sebuah film lanjutan dari film horor Indonesia yang berjudul KKN di Desa Penari yang disutradarai oleh Awi Suryadi.
Badarawuhi di Desa Penari mengisahkan awal mula terjadinya kutukan di dalam desa yang menyebabkan adanya ritual untuk pemilihan Dawuh untuk tetap menari di alam lain atau yang disebut Angkara Murka. Ibu dari seorang perempuan bernama Mila yang diperani oleh Maudy Effrosina mengidap penyakit yang tidak diketahui penyebabnya dan harus pergi ke ujung paling timur pulau jawa untuk menemukan jawaban atas semua pertanyaan mengapa Ibu Mila mengalami penyakit itu.
Mila ditemani oleh dua kakak laki-lakinya yang bernama Arya (Ardit Erwandha) dan Yuda (Jourdy Pranata) harus menempuh perjalanan yang jauh ditemani oleh kawan Arya yang bernama Jito (Moh. Iqbal Sulaiman) untuk datang ke Desa Penari.
Dalam pembuatan film Badarawuhi di Desa Penari ini juga menyimpan beberapa fakta menarik yang warganet perlu tahu.
Fakta Menarik dalam Badarawuhi di Desa Penari
- Aulia sarah adalah pemeran dari Badarawuhi
Seorang wanita cantik kelahiran 6 Juli 1991 itu adalah pemeran asli dari karakter Badarawuhi dalam film ini, Aulia Sarah adalah keturunan Jawa dan Sunda asli Indonesia (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Aulia_Sarah).
Foto Aulia Sarah pemain Badarawuhi | Sumber: detik.com
Cuplikan video saat Aulia Sarah podcast bersama Obrolan santai |Sumber: https://youtu.be/f0QwFkdDy10?si=oTQRbbQigaGaHSCT
Dalam Podcast Obrolan Santai, Aulia Sarah menceritakan setelah selesai syuting ia pergi ke bali bersama Claresta Taufan yang memerankan Ratih dalam film Badarawuhi di Desa Penari untuk liburan bersama. Claresta mengajak Aulia Sarah untuk ikut melukat bersama waktu itu.
Setelah selesai melakukan Melukat, salah satu orang yang ada disana bilang ke Aulia Sarah bahwa ia dilindungi oleh sesosok ular putih besar.
- Kebiasaan sebelum syuting oleh Aulia Sarah
Foto Aulia Sarah saat memerankan karakter Badarawuhi | Sumber: www.Beritajateng.tv
Aulia sarah berbicara mengenai sebuah kebiasaan ia sebelum memulai syuting film di lokasi syuting. Aulia sarah enggan untuk minum dan makan jika ia sudah mengenakan kostum atau baju dari Badarawuhi karena Aulia Sarah takut akan mengotori baju tersebut.
Selain itu, Aulia Sarah juga membawa sebuah kotak kayu jati yang digunakan untuk meletakkan selendang Badarawuhi. Aulia Sarah berkata bahwa orang-orang bagian Wardrobe tidak ada boleh yang memegang selain dirinya.
Bisa dibilang perlakuan khusus oleh Aulia Sarah ini adalah untuk lebih mendalami lagi perannya sebagai Badarawuhi.
- Suasana dan lamanya proses syuting
Dalam Podcast Obrolan Santai, Om Hao bertanya kepada Aulia Sarah bagaimana suasana dalam proses syuting dan bagaimana setelahnya? “ada pengalaman-pengalaman di lokasi?” tanya Om Hao kepada Aulia Sarah. Dalam proses pembuatan film yang memakan total hari syuting adalah 36 hari, Aulia Sarah tidak merasa ada yang aneh atau janggal. Namun saat sampai ke tempat syuting, Aulia Sarah merasakan merinding setengah badan dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Bukan hanya itu saja, dalam salah satu take scene diatas keramik Aulia Sarah merasa normal saja saat memijak keramik-keramik tersebut. Namun, ada satu keramik yang sangat-sangat dingin dan itu membuat Aulia Sarah terkejut.
Selain kejadian keramik saat sedang syuting di salah satu hutan disana, Aulia Sarah berkata bahwa saat ingin melakukan Take suasana di sekitar menjadi dingin dan dirasakan oleh banyak kru dan pemain-pemain film disana. Namun anehnya, saat sutradara mengatakan Cut! suasana kembali menjadi normal kembali dan tidak lagi merasakan hawa dingin.
salah satu film horror yang bagus sih ini, rekomen abies
ReplyDeleteaulia sarah emg cakep bgt, dari jaman KKN Desa Penari emg dh charming bgt
ReplyDeletewah filmnya bagus!!'
ReplyDeleteini film upgrade sihh dr film sebelumnyaa
ReplyDeleteakting si badarawuhi emang gokill sih, dibikin merinding
ReplyDelete