"Jika rumah bukan tempat pulang yang ternyaman, kemana lagi aku harus pergi?" Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis yang akan segera rilis!
Poster Film | Sumber: IMDb.com
Sebuah film yang disutradarai oleh Reka Wijaya Kusuma yang baru saja menggarap film Sujud Terakhir Bapak yang rilis bulan April 2024 kemarin, kali ini Reka Wijaya akan menyutradarai film yang berjudul Bolehkah Sekali Saja Kumenangis.
Prilly Latuconsina dan Pradikta Wicaksono yang menjadi pemeran utama dalam film ini. Film ini terinspirasi dari lagu yang berjudul "Runtuh" yang dinyanyikan oleh Feby Putri dan Fiersa Besari. Dalam lagu ini, terdapat lirik yang menjadi inspirasi dalam pembuatan film ini. Lirik yang dimaksud adalah lirik yang terdapat dalam Reff lagu Runtuh.
"Tak perlu khawatir, ku hanya terluka
Terbiasa 'tuk pura-pura tertawa
Namun, bolehkah s'kali saja ku menangis?
Sebelum kembali membohongi diri?"
Synopsis
Tema yang dibawa dalam film ini adalah tentang seorang atau banyak orang yang rela menyembunyikan rasa sedihnya demi terlihat kuat di depan banyak orang. Senyum yang lebar bukan berarti ia tidak hancur, senyum yang lebar dan tertawanya yang heboh justru adalah orang yang memiliki luka yang sangat dalam namun tidak diketahui oleh orang lain.
Film Bolehkah sekali saja kumenangis yang diperani oleh Prilly Latuconsina sebagai Tari adalah seorang anak yang harus berjuang setelah ditinggal kakaknya untuk menyelamatkan ibunya dari ayahnya yang Abusive dan Tari harus berjuang menghadapi trauma masa lalu dan Inner-Childnya yang terluka karena orang tuanya yang bertengkar setiap hari sehingga luka yang awalnya kecil berubah menjadi luka dengan lubang yang besar.
"Terkadang, kita sebagai manusia tuh harus kuat dan gabisa yang namanya nangis di depan orang lain."
Kutipan kata-kata di atas di ambil dalam wawancara singkat dengan Prilly saat Trailer film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis.
Cuplikan Film | Sumber: Antaranews.com
Tari yang saat itu bergabung dengan Support Group berkata bahwa, rumah adalah tempat ternyaman untuk kita pulang karena disana kita bisa merasakan kasih sayang oleh kedua orang tua. Namun, tidak dengan tari yang setiap ia pulang kerumah selalu capek karena harus bertingkah seakan-akan semuanya baik-baik saja.
Tari yang harus selalu melihat ayah dan ibunya yang terus bertengkar dan tidak menunjukkan keharmonisan merubah sikapnya perlahan menjadi orang yang selalu mementingkan kebahagiaan orang lain dan tidak bisa menangis di depan orang.
"Menjadi seorang People pleaser itu gak enak, tapi seseorang yang memiliki luka dan harus selalu bahagia didepan orang lain tetap mementingkan orang lain terlebih dahulu dan tidak dapat mengatakan tidak".
Mari tonton film yang akan rilis di bulan Oktober mendatang di bioskop kesayangan kalian.
Dan satu pesan penting dari aku. Jangan takut untuk berkata tidak, dan sayangilah dirimu sendiri dibandingkan membahagiakan perasaan orang lain.
Kamu ada untuk bahagia, bukan kamu ada untuk membahagiakan orang lain.
(Marcello)***
Comments
Post a Comment