FILM INI CALON BEST ANIMATED FILM 2024!!

 
 Poster Transformers One - Sumber: RottenTomatoes.com

Selama ini, franchise Transformers identik dengan pertarungan abadi antara Autobots yang dipimpin oleh Optimus Prime melawan Decepticons, yang dipimpin oleh Megatron. Lima film live action yang dibuat oleh Michael Bay telah menampilkan rivalitas ini, yang tampaknya menjadi membosankan seiring berjalannya waktu. Setelah banyak film Transformers yang rilis, pertarungan Autobots melawan Decepticons mulai tidak menarik lagi.

Meskipun demikian, kedatangan Transformers One membawa sesuatu yang berbeda. Film animasi Transformers One membawa penonton kembali ke 3 miliar tahun sebelum Transformers tiba di Bumi, dengan cerita baru yang jauh lebih segar dan menarik. Transformers One adalah film paling penting dalam franchise ini bukan hanya karena animasinya, tetapi juga karena kisah asal-usul rivalitas antara Optimus Prime dan Megatron.

Transformers One - Sumber: IndieWire.com

Cerita yang Fresh dan Menarik

Film ini mengembalikan kita ke planet Cybertron, yang pada saat itu belum hancur. Fokus cerita adalah masa di mana Megatron, yang bernama asli D1, dan Optimus Prime, yang saat itu masih disebut Orion Pax, adalah sahabat. Ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana dua teman dekat ini akhirnya berpisah dan menjadi rival yang tidak dapat dihindari. Dalam franchise lain, seperti Profesor X dan Magneto di X-Men, atau Musa dan Ramses di The Prince of Egypt, kisah seperti ini sering terjadi, di mana persahabatan sering menjadi dasar sebuah konflik.

Cerita Transformers One memperlihatkan bagaimana Orion Pax dan D1 menemukan sebuah pesan misterius yang mengungkapkan sejarah tersembunyi di balik artefak kuno, Matrix of Leadership, yang menjadi sumber energi utama di Cybertron. Penemuan ini membawa mereka ke sebuah rahasia besar yang mengguncang segala pengetahuan mereka tentang planet tersebut. Meskipun plot twist yang dihadirkan cukup mudah ditebak bagi penonton dewasa, anak-anak yang menonton pasti akan terkejut dengan pengungkapan rahasia ini.

Meskipun ceritanya solid, ada beberapa masalah dengan perkembangan karakter. Misalnya, karakter Megatron, yang awalnya digambarkan sebagai orang yang taat pada peraturan, tiba-tiba berubah menjadi tirani yang tidak berkembang. Berbeda dengan karakter seperti Magneto di X-Men First Class, yang mengalami perubahan karakter yang lebih perlahan dan masuk akal, transisinya terasa terlalu cepat dan tidak alami.

Transformers One - Sumber: AnimationMagazine.net

Pengembangan Karakter yang Terlalu Terburu-buru

Salah satu aspek yang sangat disayangkan dari Transformers One adalah pacingnya yang terlalu cepat. Hal ini membuat beberapa momen penting dalam kehidupan karakter terlihat instan dan kurang mendalam. Salah satu contohnya adalah karakter Elita, yang pada awalnya sangat tidak suka dengan Orion Pax, tetapi tanpa penjelasan yang kuat, tiba-tiba menjadi bawahannya. Begitu juga dengan Alpha Trion, yang langsung mempercayai karakter baru.

Padahal, jika pacing cerita lebih lambat dan lebih banyak fokus pada momen-momen kunci, film ini bisa menjadi lebih mendalam dan emosional. Beberapa adegan aksi pun terasa terlalu cepat, yang seharusnya bisa memberikan lebih banyak ketegangan jika dieksekusi dengan lebih hati-hati.

Transformers One - Sumber: flickeringmyth.com

Visual dan Komedi yang Gokil

Transformers One memiliki animasi yang sangat memukau. Pada awalnya, film ini tampak seperti kartun untuk anak-anak, tetapi detail animasi, tekstur logam, karat, dan pencahayaan membuatnya terlihat seperti film dewasa yang serius. Adegan aksi dan transformasi robot juga dibuat dengan sangat baik dan realistis, dengan pergerakan kamera yang dinamis dan sinematik.

Komedi film juga cukup mengejutkan. Setiap elemen komedi yang dimasukkan ke dalam dialog dan adegan tertentu berhasil membuat orang tertawa, terutama karakter Bumblebee yang selalu lucu. Namun, komedinya masih ringan dan tidak mendominasi alur cerita.

Chris Hemsworth dan Brian Tyree Henry - Sumber: Deadline.com

Voice Acting yang Beragam

Dari segi voice acting, performa aktor cukup beragam. Chris Hemsworth yang mengisi suara Orion Pax/Optimus Prime, memberikan kesan yang cukup baik sebagai Optimus muda. Namun, karena suaranya yang sangat ikonik sebagai Thor, terkadang sulit memisahkan kedua karakter tersebut dalam benak penonton.

Sementara itu, Brian Tyree Henry yang mengisi suara Megatron terasa kurang cocok. Suara komedinya tidak sesuai dengan karakter Megatron yang harusnya kuat dan berwibawa. Transisi dari Megatron yang baik hati menjadi jahat tidak terasa mulus, sehingga menimbulkan kesan kurang sinkron antara suara dan karakter.

Secara keseluruhan, film Transformers One sangat menghibur dan menghidupkan kembali franchise Transformers. Film ini berhasil membawa penonton ke dalam kisah awal dari pertarungan abadi antara Optimus Prime dan Megatron dengan visual yang memukau, komedi yang segar, dan plot yang menarik. Film ini layak ditonton oleh orang-orang dari segala umur, meskipun ada beberapa masalah dengan pacing dan pengembangan karakter.

Final Rating: 9,0/10

Bagi kalian yang belum menyaksikan Transformers One, film ini masih tersedia dan bisa disaksikan di bioskop kesayangan anda. Nantikan bahasan kami di segmen ‘Rekomendasi Film’ lainnya. Ciao!


(Winson)****



Comments

  1. Ternyata megatron dlu baikk

    ReplyDelete
  2. Gua ngapa jadi berpihak sama megatron yak

    ReplyDelete
  3. Best film tahun ini kah?

    ReplyDelete
  4. Lebih baik ini, drpd transformers live action kocak

    ReplyDelete
  5. Optimus prime x Megatron

    ReplyDelete

Post a Comment