Everything Everywhere All At Once, Film pertama yang mendapatkan 6 Penghargaan Above-The-Line
Pada Upacara
Penghargaan Oscar Ke-95 tahun 2023, Everything Everywhere All At Once
(EEAAO) berhasil mencetak sejarah dengan memenangkan sejumlah penghargaan
besar, termasuk 6 kategori above-the-line, menjadikannya salah satu film paling
dihormati dalam sejarah penghargaan Oscar. Film ini tidak hanya mendapat pujian
dari para kritikus, tetapi juga meraih berbagai penghargaan bergengsi, seperti:
- Best Picture, penghargaan tertinggi
yang diberikan kepada film terbaik sepanjang tahun.
- Best Director untuk duo sutradara
Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, yang dikenal dengan inovasi dan gaya
visual mereka yang unik.
- Best Actress untuk Michelle Yeoh,
yang membuat sejarah sebagai aktris Asia pertama yang memenangkan kategori
ini.
- Best Supporting Actor untuk Ke Huy
Quan, yang sebelumnya dikenal sebagai aktor cilik dalam film Indiana
Jones and the Temple of Doom, serta Best Supporting Actress
untuk Jamie Lee Curtis, yang memberikan penampilan menakjubkan dalam
perannya.
- Best Original Screenplay, yang
menghargai kreativitas luar biasa dari naskah asli yang ditulis oleh Kwan
dan Scheinert.
Selain kelima
penghargaan utama tersebut, film ini juga berhasil memenangkan penghargaan Best
Film Editing. Hal ini menjadikan EEAAO sebagai film pertama yang
memenangkan 6 penghargaan above-the-line dalam sejarah Oscar. Sebelumnya,
beberapa film ternama seperti The Silence of the Lambs, One Flew Over
the Cuckoo’s Nest, dan Gone with the Wind hanya berhasil meraih 5
penghargaan dalam kategori yang sama.
Kemenangan EEAAO
di Oscar tahun 2023 ini diakui sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam
industri perfilman, tidak hanya karena jumlah penghargaan yang diraih, tetapi
juga karena keberagaman dan inklusi yang ditampilkan dalam film ini. Banyak
yang memuji bagaimana film ini membuka jalan bagi cerita-cerita yang lebih
beragam untuk ditampilkan di layar lebar dan diakui di panggung global.
Saat menerima
penghargaan Best Actress, Michelle Yeoh menyampaikan pidato yang sangat
menyentuh hati, yang menginspirasi banyak orang di seluruh dunia, terutama
mereka yang merasa kurang terwakili di industri film. Dia berkata:
Pidato tersebut
tidak hanya menggugah emosi para penonton di malam penghargaan, tetapi juga
viral di media sosial. Michelle Yeoh, yang berusia 60 tahun, mengalahkan
aktris-aktris luar biasa seperti Cate Blanchett dalam Tar dan Ana de
Armas yang memerankan Marilyn Monroe dalam Blonde. Kemenangan Yeoh ini
menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk mencapai prestasi besar di
Hollywood.
Keberhasilan
film ini juga membawa perubahan penting dalam pandangan industri perfilman
terhadap representasi Asia di layar lebar. Sebelumnya, sangat sedikit film yang
dipimpin oleh pemeran Asia atau yang mengangkat cerita budaya Asia yang
mendapatkan pengakuan sebesar ini. Kesuksesan EEAAO menunjukkan bahwa
penonton global sangat menghargai dan merindukan cerita-cerita yang unik dan
beragam.
(Dominikus Uriel)
Penasarann
ReplyDeleteMultiversenya ga abal abal, emg kek sebelah wkwkwk
ReplyDelete