VENOM 3 ADALAH PENUTUP TRILOGY SEADANYA??

 Non Spoiler Review : Venom The Last Dance


Sumber: IMDb.com

Sebagai penutup trilogi, Venom: The Last Dance hadir dengan ekspektasi tinggi dari penggemar yang sudah mengikuti perjalanan Eddie Brock dan Venom sejak 2018. Hal ini didukung dengan kehadiran Knull : God Of Symbiote yang menjadi musuh bebuyutan Venom itu sendiri. Namun, apakah film ini mampu memenuhi ekspektasi tersebut? Mari kita bedah secara mendalam.

Plot yang Nanggung, Konflik Kurang Greget

Cerita film ini berfokus pada hubungan Eddie Brock dan Venom yang diklaim menjadi inti emosional film. Sayangnya, usaha untuk menggambarkan hubungan ini terasa datar. Konflik utama yang melibatkan Knull, penjahat baru yang diharapkan membawa ketegangan, malah terasa lemah dan hanya dijadikan bahan tambahan tanpa pengembangan berarti. Film ini lebih menyerupai extended cut dari Venom: Let There Be Carnage dibandingkan sebagai penutup trilogi yang epik.

Jalan cerita yang seharusnya emosional, seperti perpisahan Eddie-Venom dan dinamika road trip, gagal karena eksekusinya yang terlalu cepat dan tidak mendalam. Banyak adegan yang dipaksakan, seperti adegan dansa di kasino, yang tidak sesuai dengan suasana film.



Sumber: empiremagazine.com

Karakterisasi: Nanggung dan Tidak Signifikan

Setiap karakter pendukung dalam film ini, termasuk Knull, tampak seperti figuran yang tidak memiliki pengaruh apa pun. Baik karakter baru maupun lama tidak mengalami perkembangan karakter yang signifikan. Bahkan karakter symbiote lainnya yang muncul di akhir film lebih mirip dengan karakter Power Rangers daripada penjahat yang mengancam.

Dibandingkan trilogi superhero lain seperti The Dark Knight atau Lord of the Rings, Venom: The Last Dance gagal memberikan perjalanan emosional yang solid bagi karakter utamanya.



Sumber: EW.com

Sinematografi dan CGI: Antara Oke dan Burik

Secara teknis, sinematografi film ini cukup konvensional, terutama untuk adegan aksi. Beberapa adegan CGI terlihat tidak konsisten, dan gerakan kamera terlihat tidak teratur. Misalnya, adegan Venom di dalam air memiliki kualitas CGI yang jauh lebih mirip dengan sinetron lokal daripada film layar lebar mahal. Namun demikian, ada beberapa momen visual yang sangat bagus, terutama dalam desain symbiote. Namun, eksekusi yang kurang matang mengorbankan keuntungan ini.

Musik dan Scoring yang Tidak Berkesan

Film ini memiliki potensi yang besar untuk menggunakan musik untuk menimbulkan perasaan, terutama pada saat klimaksnya. Namun, skor sepertinya tidak terlalu mendramatisasi adegan, seperti yang diharapkan. Bahkan adegan aksi terakhir tidak memiliki momen musikal yang benar-benar berkesan.



Sumber: IMDb.com

Hiburan dan Komedi: Masih Ada, Tapi Tidak Konsisten

Di sisi positifnya, dinamika yang ada antara Eddie dan Venom terus memberikan beberapa momen lucu dan menghibur. Chemistry mereka tetap menjadi daya tarik film ini, meskipun tidak sekuat film pertama. Namun, ada humor yang terlalu lucu dan tidak sesuai dengan adegan, membingungkan penonton apakah harus tertawa atau tidak.


Venom The Last Dance, film terakhir dari trilogi Venom, gagal memberikan penutup yang memuaskan. Cerita yang dangkal, konflik yang kurang greget, serta teknis yang tidak konsisten membuat film ini terasa seperti usaha money-milking daripada persembahan penuh cinta untuk penggemar. Namun, bagi penonton yang hanya mencari hiburan ringan tanpa ekspektasi tinggi, film ini mungkin masih bisa dinikmati.

Final Rating: 6.0/10

Bagi kalian yang belum menyaksikan Venom The Last Dance , film ini masih tersedia dan bisa disaksikan di bioskop kesayangan anda. Nantikan bahasan kami di segmen-segmen selanjutnya. Ciao!


(Winson)****


Comments

  1. filmnya jos banget, tapi rasanya kayak kurang menantang

    ReplyDelete
  2. Kecewa sih penutup sequelnya begini

    ReplyDelete
  3. Ngl, jangan taro ekspektasi tinggi di film ini. film ini cukup enjoyable

    ReplyDelete
  4. Andaikan knull vs venom, auto pecah sih film ini

    ReplyDelete
  5. Lumayan lah, bisa liat beragam symbiote disini

    ReplyDelete

Post a Comment